Dalil Naqli Tentang Aqiqah
Dalil Naqli Aqiqah, Dalil Aqiqah Arab, Dalil Tentang Aqiqah, Dalil Aqiqah dan Qurban, Dalil Aqiqah dalam Al Quran, Dalil Alquran Tentang Aqiqah, Dalil Aqiqah dan Artinya, Dalil Tentang Aqiqah Beserta Artinya
Dalil Naqli Tentang Aqiqah
Membahas mengenai aqiqah, kita jadi ingat salah satu ibadah sunnah yang dilakukan dengan menyembelih kambing atau domba sebagai tanda lahirnya seorang bayi. dalam agama Islam setiap orang tua yang sudah memiliki seorang anak, maka mereka dianjurkan mengaqiqahi anaknya.
Dan dalil yang berisi tentang aqiqah anak adalah sebagai berikut:
“Setiap anak yang lahir tergadai aqiqahnya yang disembelih pada hari ketujuh, dan pada hari itu ia diberi nama dan digunduli rambutnya.” (Hadits Sahih Riwayat Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’I, Ibnu Majah, Baihaqi dan Hakim).
Dan pembahasan dibawah ini akan menjelaskan lebih detail mengenai apa itu aqiqah dalam agama Islam, dan seperapa pentingkah aqiqah untuk anak? mari kita simak dan bahas bersama dibawah ini.
Pengertian Dari Ibadah Aqiqah
Pembahasan pertama yaitu mengenai aqiqah. Kata aqiqah sendiri sebenarnya diambil dari bahasa arab yaitu "qat'u" yang artinya "memotong". Selain ada definisi lain yang menjelaskan bahwa arti dari aqiqah yaitu "nama rambut bayi yang baru saja dilahirkan kedunia".
Banyak masyarakat yang mendefinisikan bahwa aqiqah adalah suatu kegitan penyembelihan kambing yang ditujukan kepada bayi yang baru saja dilahirkan oleh Ibunya ketika memasuki umur tujuh hari. Dan jika dijelaskan dalam agama Islam yaitu aqiqah adalah salah satu ibadah sunnah untuk bayi yang baru lahir ke dunia dengan menyembelihkannya kambing sebanyak dua (anak laki-laki) dan satu ekor kambing (anak perempuan) sebagai bentuk rasa syukur mereka kepada Allah SWT karena telah dikaruniai seorang anak yang sholeh dan sholekah.
Didalam pelaksanaan aqiqah akan ada bagian pemotongan rambut bayi. Maksud dan tujuan dari proses tersebut yakni supaya kotoran dan penyakit yang masih tertempel dirambut kepala sang bayi yang tadinya berasal dari dalam kandungan Bundanya bisa dihilangkan atau dibuang. Dan selanjutnya kepala bayi tersebut akan ditumbuhi dengan rambut yang baru dan juga terbebas dari kotoran dan penyakit.
Sejarah Aqiqah Dalam Islam
Pada jaman dulu sebelum Islam, masyarakat Arab sudah biasa melakukan penyembelihan kambing pada saat masuk bulan rajab (rajabiyah), penyembelihan anak kambing yang lahir pertama (atirah), dan selanjutnya penyembelihan kambing ketika lehiran anak laki-laki (akikah). Mereka semua menyambut kedatangan bulan Rajab dengan cara menyembelih kambing, lalu dimasak dan selanjutnya dimakan bersama.
Dan untuk atirah atau bisa disebut dengan penyembelihan anak kambing yang lahir pertama. Lalu mereka akan memasak tersebut dan selanjutnya untuk dimakan dan sisanya dibagikan kepada orang lain. Masyarakat Arab ketika ada anak laki-laki yang dilahirkan, maka mereka akan merasa gembira dan merayakannya dengan menyembelihkan kambing sebagai bentuk rasa syukur mereka kepada Allah SWT.
Dan dalam perayaan tersebut didalamnya terdapat proses pencukuran rambut dan selanjutnya kepala bayi akan dilumuri dengan darah kambing yang sudah disembelih tadi sebagai hewan aqiqahnya. Dan ketika Islam sudah masuk proses melumuri darah tersebut diganti dengan melumuri kepala bayi dengan minyak wangi, air bunga kuma-kuma atau air bunga pacar.
Kemudian Islam meneruskan tradisi tersebut sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas kelahiran seorang anak. Selain itu tradisi aqiqah tersebut juga mengandung hal yang baik dan bermanfaat didalamnya, yaitu dengan membagikan daging aqiqah kepada fakir miskin.
Syarat Untuk Melaksanakan Aqiqah yang Benar
Dalam pelaksanaan aqiqah yang dianjurkan dalam agama Islam sebetulnya diwaktu sang bayi masih berusia sekitar 7 hari atau 14 hari ataupun 21 hari. Waktu tersebut sangat baik untuk menunaikan aqiqah pada bayi. Jadi jika Ayah dan Bunda diwaktu tersebut sudah memiliki kemampuan untuk mengaqiqahi sang buah hati lebih baik segera laksanakan.
Namun ada banyak orang tua ketika setelah lahiran, mereka kebahabisan biaya sehingga tak bisa untuk mengaqiqahi sang buah hati. Biaya persalinan memang tak sedikit, belum nanti akan ada biaya lain untuk keperluan lain. Oleh sebab itu orang tua diperbolehkan untuk tidak melaksanakan aqiqah diwaktu yang dianjurkan oleh agama Islam.
Waktu aqiqah tidak ada batas habisnya, jadi kapan pun dan usia berapa pun sang anak masih bisa diaqiqahi selagi orang tua sudah berkemampuan. Jadi jika Ayah dan Bunda tak bisa mengaqiqahi diwaktu tersebut, dapat diganti diwaktu lain sampai Ayah dan Bunda mempunyai kemampuan aqiqah.
Syarat Kambing Aqiqah yang Benar
Sebelum disembelih dan dijadikan bahan masakan untuk acara aqiqah, kambing tersebut harus memenuhi ketentuan sah dalam pemilihan hewan aqiqah. Syarat ketentuan hewan aqiqah sebetulnya tak jauh dari syarat dan ketentuan hewan qurban.
Ketentuan pertama dari kambing aqiqah adalah harus berumur minimal 6 bulan sampai dengan 1 tahun. Lalu tubuh kambing tidak terlalu kurus. Kambing tidak sedang sakit atau sedang menderita penyakit hewan, dan yang terakhir adalah adri anggota tubuh kambing tidak boleh ada yang terputus.
Namun jika Ayah dan Bunda mengadakan acara aqiqah akankah lebih baik jika langsung memesan jasa layanan aqiqah siap saji agar bisa mempermudah dan meringankan pekerjaan Ayah dan Bunda. Selain itu juga tidak akan memakan banyak waktu dan repot untuk memasak menu aqiqah lagi. Jadi aqiqah Ayah dan Bunda akan terasa lebih mudah jika memesan aqiqah di 0813-3568-0602.